Sepanjang alirannya dari hulu yang sejauh ratusan kilometer, Sungai Mahakam melalui banyak perkampungan dan hanya ada dua Kota yang dilaluinya yaitu Tenggarong sebagai Ibukota Kabupaten Kutai Kertanegara dan Samarinda. Sampai saat ini Mahakam masih berperan sangat penting sebagai jalur transportasi di Provinsi Kalimantan Timur sekalipun rute darat sudah sebagian terbuka. Setiap hari Kapal Penumpang masih hilir mudik melayani mobilisasi penduduk dari hulu sungai menuju Samarinda dan juga sebaliknya. Tiap saat tongkang-tongkang yang berisi batu bara merayap mengendap-endap menuju laut luas laksana pencuri yang barusan keluar dari rumah yang dijarahnya. Sumber energi berupa Mas Hitam tersebut dikeruk dari Bumi Kalimantan dan dikirim melewati perkampungan di Sepanjang Aliran Mahakam yang masih temaram karena belum teraliri arus listrik. Ironis!!!!! Karena setibanya di tujuan, Emas Hitam tersebut dapat menerangi Kota-Kota Besar sedangkan di tempat asalnya hanya ada pelita sebagai penanda kehidupan.
Kekayaan alam dari Pedalaman Kalimantan seakan tak pernah ada habisnya. Sejak jaman Kerajaan Kutai Tempo doeloe, Phinisi-Phinisi melintasi Mahakam membawa kayu, gaharu, dan emas menuju seantero Nusantara sampai jaman demam sarang burung dan jaman Hutan Kalimantan di babat habis di era orde baru. Saat ini batu bara masih melimpah dan perkebunan kelapa sawit menjamur di pelosok pedalaman tapi sepertinya kekayaan alam yang berlimpah tak selamanya berbanding lurus dengan kesejahteraan. Pertanyaannya, Bagaimana jika kekayaan alam yang berlimpah ini sudah terkuras habis, sedangkan kita masih belum bisa berucap Syukur atas Nikmat Karunia-Nya?????
Tampilkan postingan dengan label Tenggarong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tenggarong. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Agustus 2012
Kamis, 22 Desember 2011
Ayo ke Museum
Dalam sejarah Indonesia, Kerajaan Kutai dikenal sebagai Kerajaan pertama di Indonesia dengan ditemukannya Prasasti Yupa di Muara Kaman sebagai bukti keberadaannya. Eksistensi Kerajaan Kutai berlangsung sangat lama, dari abad ke 5 M - 18 M. Di penghujung masa runtuhnya kerajaan Kutai, muncul Kerajaan Kutai Kartanegara dengan Tenggarong sebagai ibukota kerajaan.
Tempat yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi dengan maksud untuk lebih mengetahui sejarah Kerajaan Kutai adalah Museum Tenggarong. Di museum ini banyak artefak-artefak tentang kehidupan masyarakat Kutai tempo dulu dan benda-benda peninggalan bersejarah lainnya.
| Ayo ke Museum |
Tempat yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi dengan maksud untuk lebih mengetahui sejarah Kerajaan Kutai adalah Museum Tenggarong. Di museum ini banyak artefak-artefak tentang kehidupan masyarakat Kutai tempo dulu dan benda-benda peninggalan bersejarah lainnya.
| Seperangkat Alat Tenun: Alat tenun ini digunakan oleh masyarakat suku Dayak untuk membuat kain doyo. |
Langganan:
Postingan (Atom)